Bikin Film CGI lagi (Latepost)

Juni 29, 2026

 (Latepost) jadi pada pertengahan bulan April, aku mendapatkan tugas video. Awalnya, tugasnya itu adalah membuat iklan layanan masyarakat untuk mata pelajaran pilihan, tetapi kemudian, guru bahasa indonesia juga memberikan tugas video membuat drama. Waduh! buat 2 video dalam 1 bulan!? awalnya mungkin terdengar sulit tetapi ya saya memutuskan untuk menggunakan kesempatan tersebut untuk lagi-lagi membuat video yang menggunakan CGI, dan untuk pengerjaan, aku memfokuskan perhatianku ke satu tugas terlebih dahulu kemudian lanjut mengerjakan tugas berikutnya. Hasilnya? Aku berhasil membuat 2 video yang menggunakan CGI, satu adalah sebuah film pendek tentang ekspedisi mencari harta karun dan yang kedua adalah iklan layanan masyarakat tentang keselamatan.


Pada postingan kali ini, aku mau membahas tentang kedua video tersebut.

Expedition III

Expedition III adalah video yang pertama aku fokuskan dan juga video yang pertama aku jelaskan proses pembuatannya secara singkat. Video ini adalah sebuah film drama tentang sebuah organisasi ekspedisi yang melakukan sebuah ekspedisi untuk mencari dan mengambil harta karun peninggalan peradaban kuno. Idenya dapet darimana? Gimana proses shootingnya? Cara mengeditnya? dan hasilnya akan aku jelaskan.

Idenya dapat darimana? Kalau untuk video ini, idenya itu spontan. Karena tugas videonya merupakan tugas video kelompok, awalnya aku mau menunggu untuk teman-teman memberikan ide cerita yang menarik, berbagai ide sudah diberikan. Namun melihat sepertinya tidak ada yang bisa benar-benar setuju, akhirnya saya pun memutuskan untuk "yaudah deh, pakai ide ini aja" yaitu tema eksplorasi, karena lokasi shootingnya yang mudah (di kebun orang) dan properti yang sudah tersedia (seragam pramuka sangat cocok dan sesuai dengan tema eksplorasi). Awalnya teman-teman mau ide dan cerita di sekolah (menggunakan seragam dan shooting di sekolah), namun saya tentu saja tidak bisa karena tidak ada ruang untuk CGI, hehe. Saya punya ide untuk tema luar angkasa, namun sepertinya itu terlalu berlebihan. Akhirnya diputuskan untuk tema eksplorasi saja yang lebih mudah.

Lalu bagaiman proses shootingnya? Pada awalnya, aku mau shootingnya full dari pagi sampai maghrib, namun ternyata, sangat melelahkan mengarahkan aktor, kameraman, dan mencari lokasi. Akhirnya banyak bagian yang di cut dan shooting hanya sampai ashar. Sangat disayangkan namun jika dipikir-pikir, videonya bisa mungkin sampai 20 menit seandainya tidak di cut, dan editingnya sudah pasti akan lebih lama lagi. Jadi mungkin di cut adalah keputusan yang baik. Kami shooting di kebun teman saya, bukan kebunnya sih lebih ke kebun warga cuman ya tidak apa-apa shooting di situ. Lalu untuk scene yang bukan di alam, kami shoot menggunakan green screen. Kendala ketika shooting di kebun adalah mencari tempat yang cocok, mengarahkan para aktor, dan cuaca panas. Ketika shooting saya juga sudah belajar tentang shootscript dan itu sangat membantu karena aku bisa fokus shooting di satu tempat lalu pindah ke tempat berikutnya untuk shoot scene berikutnya, dan aku juga bisa memilih untuk mungkin shoot di tempat yang paling gampang. Ya intinya shootscript adalah sebuah tabel yang meng-list semua adegan yang akan ada di film-nya. Sebelumnya aku tidak tahu sama sekali kalau ada dokumen seperti ini, dan ini aku di mata pelajaran pilihan.

Kalau editingnya? bisa dibilang, proses editingnya CAPEK BANGET, dan itu capek bukan karena editing yang susah atau kompleks, melainkan karena repetitif. Alur editing CGI tuh kayak begini

  1. Hapus latar green screen dan ekspor setiap frame menjadi PNG
  2. Masukan frame-frame PNG itu ke dalam blender
  3. Render setiap frame-frame sebagai PNG (jangan video)
  4. Lalu di davinci, satukan frame-frame tersebut menjadi satu video
Editing dengan cara begini tuh akan menghasilkan kualitas render yang bagus karena setiap frame tersimpan jelas, kadang-kadang kalau video ada compressionnya. Cuman alur kerjanya jadi panjang dan lama, belum lagi banyak shoot yang menggunakan CGI dan itu membuat editingnya jadi repetitif dan lama dan itu entah kenapa MELELAHKAN. Tapi ya pada akhirnya, bisa dikatakan kualitas CGI nya sudah improve dibanding film saya yang sebelumnya. Saya juga baru tahu kalau mau kualitasnya lebih bagus maka harus ekspor setiap frame sebagai PNG untuk memastikan kualitas terjaga, lalu saya juga baru tahu kalau ternyata di Cycles bisa di render hanya dengan jumlah sampel 64 sehingga mempercepat proses editing juga.

Hasilnya? sebuah film pendek berdurasi 10 menit yang memiliki adegan CGI dengan cerita yang cukup menarik dan mudah diikuti. Mungkin bukanlah cerita yang terbaik namun saya senang dengan hasil film yang saya buat terutama dalam aspek editing dan sinematografi di mana saya belajar dan mengetahui lebih banyak tentang bidang tersebut. Saya sekarang mempunyai alur shooting dan editing baru lebih efektif dan menghasilkan lebih bagus.

Jangan Memaksa Bila Tak Ingin Celaka

Berbeda dengan film tugas bahas indonesia, iklan layanan masyarakat yang saya buat untuk mata pelajaran pilihan ini alhamdulillah lebih mudah dan tidak sekompleks membuat video bahasa indonesia (karena sudah ada pengalaman).

Darimana idenya? kalau tugas video yang ini, gk ada diskusi sama sekali dan idenya itu dari teman saya (ya sama seperti sebelumnya teman-teman saya sepertinya lebih memikirkan "yang penting selesai") awalnya idenya itu dari saya tentang penebangan hutan dengan adegan CGI yang banyak dan durasi yang lama, namun melihat itu sepertinya tidak mungkin akhirnya kita harus memikirkan ulang idenya. Aku kebingungan mau ide apa lagi, hingga akhirnya teman saya mengusulkan ide keselamatan dalam berkendara berdasarkan pengalamannya di mana ia terkadang mengantuk ketika berkendara. Jadi itulah idenya, kalau mengantuk, ya jangan menyetir, istirahat yang cukup!

Bagaimana shootingnya? Untuk bagian awal iklan ini, menceritakan di dalam rumah dan sang MC yang mau mudik, jadi shootingnya gampang tanpa CGI dan tempat shootingnya ya di dalam rumah salah satu teman saya. Lalu bagian berikutnya adalah di jalanan lalu kecelakaan, untuk adegan naik motor di jalan, saya akan menggunakan kemampuan VFX saya sehingga shootingnya hanya perlu di motor yang tidak bergerak dengan latar green screen. Kemudian untuk bagian kecelakaan itu full CGI dan untuk mempermudah saya buat kecelakaannya berupa off screen, jadi hanya terlihat sebuah motor mengebut lalu ada ledakan dari off screen seolah-olah seperti kecelakaan.

Tidak perlu menjelaskan lagi soal editingnya, karena ya tidak jauh berbeda dengan editing untuk video sebelumnya. Alur kerjanya sama

Hasilnya? sebuah iklan pendek berdurasi 4 menit dengan cerita yang menarik dan pesan yang mudah di pahami. Kalau menurut saya CGI yang di video ini mungkin tidak serapih atau sebagus yang tugas bahasa indonesai namun aku cukup bangga dan bisa dikatakan telah mematangkan alur kerja editingnya karena entah kenapa mengedit video ini lebih cepat dibanding sebelumnya (karena adegannya dikit juga sih, hehe).

Kesimpulan?

In the end, gw belajar lebih banyak tentang membuat film dan proses editing, ilmu baru yang akan sangat berguna untuk kedepannya. Sebentar lagi mau PKL dan sepertinya tidak akan ada kesempatan untuk saya membuat film lagi, karena saya pada dasarnya seorang game developer dan membuat film ini lebih ke keahlian sampingan, tapi ya mungkin jika ada waktu atau sesuatu, mungkin aku akan membuat film lagi.

ilmu yang di dapatkan:
  • Shootscript
  • Gunakan PNG untuk video yang latar hijaunya dihapus
  • Gunakan PNG jika render CGI (jangan MP4 atau sejenisnya)
  • Blender Cycles bisa menggunakan jumlah sample 64 sehingga bisa mempercepat rendering

In the end im very proud of these work i created and wish to make more! Kurang lebih itulah cerita pengalaman saya dalam mengerjakan 2 tugas video, dan saya harap penjelasan yang saya berikan mudah dipahami, sekian dari saya terimakasih!



© 2026 MadByAd Dev Blog All Right Reserved