Ruang Liminal

Juli 01, 2026

 Jadi minggu lalu, aku memutuskan untuk membuat editing project baru dengan tema liminal. LEO Complex namanya, proyek ini terinspirasi dari backrooms dan semenjak rilisnya film Backrooms oleh Kane Parsons dan studio A24. Aku ingin mengikuti tren membuat postingan bergaya ala-ala di ruang liminal atau backrooms. Mungkin aku sudah telat karena postingnya jauh setelah hampir sebulan semenjak rilis, tetapi tidak apa-apa karena aku mencoba gaya editing baru, yaitu gaya ala-ala VHS dengan kunci editannya adalah tekstur, dan akan ku jelaskan lebih lanjut.


Ide Awal & Tujuan

Ide untuk editing project ini berawal ketika film backrooms rilis untuk pertama di Amerika dan banyak postingan media sosial dengan editan seolah-olah berada di dalam backrooms. Ini tentu saja membuatku tertarik untuk mencoba membuat editan saya sendiri, apalagi karena saya sudah mulai paham alur kerja dan cara membuat editan memasukan figur foto ke dalam scene 3D. Karena backrooms biasanya dalam bentuk found footage dengan grafik VHS atau cam-corder jadul, maka kunci dari editing ini agar terlihat menarik dan benar-benar liminal adalah teksture, dan di saat inilah aku menemukan Blender MP_COMP yaitu kumpulan node composition yang bisa digunakan untuk memberikan efek pada rendering dan salah satunya adalah film grain yang mampu membuat hasil render 3D yang sempurna terlihat seperti ditangkap oleh kamera jadul. BTW preset composition MP_COMP itu bisa didownload secara gratis.



Untuk tujuannya ya sudah jelas, untuk belajar editing terutama pada tekstur dan menambah karya untuk portofolio saya.

Proses Pembuatan

Untuk proses pembuatan tidak jauh berbeda dengan editan saya yang lainnya, namun karena ini gambar maka menggunakan Krita untuk menghapus gambar, lalu untuk foto diambil menggunakan kamera Cannon milik teman saya. Setelah menghapus background, barulah subjek gambar dimasukan ke dalam scene 3D. Properti material seperti roughness dan IOR di atur agar terlihat menyatu dengan scene, jangan lupa menambahkan fog/kabut agar scene terlihat lebih misterius, lalu untuk menambah efek dan agar render tidak terlihat flat, aku mengganti lensa kameranya menjadi lensa fisheye, yang membuat rendernya terlihat lebih dinamis.



Darimana Ide Namanya?

Nama dan ide dunia LEO Complex sebenarnya tidak terlalu mendalam, LEO merupakan gabungan kata dari Lost, Entrance, dan Oppression karena memang saya rencanakan kalau proyek editing ini memiliki 3 cerita/pesan. Pertama adalah Lost yang menceritakan tentang tersesat di ruang liminal yang berwarna kuning, fokusnya adalah subjek yang terlihat khawatir dan ketakutan.

Kedua adalah Entrance yang menceritakan seseorang yang memasuki kompleks (aku menggunakan kata kompleks karena terdengar lebih keren dan berbeda daripada ruang liminal atau backrooms yang digunakan pada umumnya).

Ketiga adalah Oppression yang menceritakan seorang tentara bayaran dari sebuah organisasi yang mencoba menjelajah dan mengklaim kompleks itu untuk biasalah, greedy...


Kesimpulan?

Dari membuat editan seperti ini, aku belajar bahwa tekstur dalam editan, render, desain, atau mau apapun itu memberikasn sebuah rasa yang berbeda. Dalam konteks ini tekstur membuat editannya terasa lebih hidup dan tidak polos dan ternyata menambahkan teksture sangat mudah sekali setelah mengetahui preset Blender MP_COMP. Terimakasih untuk Momo user yang menciptakan preset Blender ini dan dibagikan secara gratis.

Download MP_COMP: https://moportfolio.gumroad.com/l/mp_comp

Overall aku sangat bahagia dengan editing project ini dan ketika posting di IG ada yang menembus 50 likes, sebuah rekor untukku. Aku harap apa yang aku sampaikan sudah jelas, terimakasih telah membaca dan tentu saja aku berharap untuk membuat lebih banyak editan bila ada kesempatan.

© 2026 MadByAd Dev Blog All Right Reserved